Tak Ada Perpeloncoan! Wali Kota Jaksel Janjikan MPLS Humanis untuk Generasi Penerus Jakarta

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, hadir di SMKN 57 Jakarta untuk memantau Hari Pertama Sekolah dan MPLS. Ia menekankan komitmen menghadirkan masa orientasi yang humanis dan bebas perundungan guna mencetak generasi penerus Jakarta yang berkarakter.

SLSlamet Supriyadi
Minggu, 12 Juli 2026
3 min read
Tak Ada Perpeloncoan! Wali Kota Jaksel Janjikan MPLS Humanis untuk Generasi Penerus Jakarta
Tak Ada Perpeloncoan! Wali Kota Jaksel Janjikan MPLS Humanis untuk Generasi Penerus Jakarta

Suasana penuh semangat menyelimuti SMK Negeri 57 Jakarta saat Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, hadir memantau langsung Hari Pertama Sekolah (HPS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang berlokasi di Taman Margasatwa Raya, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu ini menjadi saksi dimulainya perjalanan baru bagi ratusan peserta didik.

Di hadapan para siswa, Syafrin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menghadirkan MPLS yang humanis dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, perpeloncoan, serta diskriminasi. Langkah ini merupakan wujud nyata visi menciptakan sekolah sebagai ruang tumbuh yang aman dan nyaman. Ia pun menyapa para pelajar dengan penuh optimisme, menyebut mereka sebagai generasi penerus Jakarta.

"Inilah awal sebuah petualangan baru, langkah pertama mengenal lingkungan sekolah, merajut persahabatan, mengasah potensi, dan menempa karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia," serunya pada Senin (13/7).

Lebih jauh, Syafrin memaknai pergantian tahun ajaran bukan sekadar transisi administratif dalam kalender akademik. Baginya, momen ini merupakan titik krusial untuk menyalakan api semangat, menanamkan harapan, dan merancang pengalaman belajar yang akan terpatri sepanjang perjalanan hidup setiap murid. Ia berharap para peserta didik mampu memandang sekolah sebagai wadah pembentukan karakter disiplin, berintegritas, dan kemampuan membangun relasi sosial yang sehat.

"Tugas utama pemerintah dalam MPLS adalah menghadirkan proteksi rasa aman dan nyaman. Kecemasan yang semula ada harus kita transformasikan menjadi gelora semangat serta kegembiraan dalam menimba ilmu, sehingga motivasi dan capaian akademik mereka terus menanjak," jelasnya.

Syafrin turut menekankan bahwa metamorfosis Jakarta menuju kota global yang berbudaya memerlukan sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, serta berfondasikan akhlak mulia. Dalam konteks itu, ia menginginkan budaya hidup bersih menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri setiap peserta didik.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran pendidik. "Jadilah kepala sekolah yang mampu memimpin secara instruksional sekaligus suportif. Untuk para guru dan panitia, jadikan seluruh rangkaian MPLS ini sebagai wahana strategis menumbuhkan gairah belajar, karakter unggul, serta menumbuhkan rasa cinta mendalam siswa terhadap almamaternya," pesan Syafrin.

Menambahkan laporan teknis, Kepala SMK Negeri 57, Rina Mulyati, memaparkan bahwa pada tahun ajaran ini institusinya menerima 360 peserta didik baru. Mereka didistribusikan ke dalam 10 rombongan belajar, masing-masing berkapasitas 36 orang. "SMKN 57 memiliki tiga konsentrasi keahlian, yaitu Kuliner, Perhotelan, dan Usaha Layanan Wisata. Program Kuliner dan Perhotelan terbagi dalam empat kelas, sementara Usaha Layanan Wisata menempati dua kelas," rincinya.

Rina menuturkan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari dengan berpedoman pada arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sekolah kemudian mengadaptasi panduan itu dengan menambahkan materi wajib dan pilihan yang relevan. Menariknya, selain melibatkan guru internal, pihak sekolah juga mengundang praktisi dari dunia industri serta perwakilan instansi untuk memberikan edukasi spesifik mengenai pengolahan dan pemilahan sampah. "Harapan kami, MPLS tahun ini berjalan lancar dan mampu meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi seluruh peserta didik baru," pungkasnya.

SL
Slamet Supriyadi
Article Author

Editor

View full profile →

Comments(0)

Markdown supported • Remember to be respectful

No comments yet.

Be the first to share your thoughts!